Kata-Kata Pribahasa Indonesia Populer

Kata-Kata Pribahasa Indonesia Populer.Peribahasa atau pepatah adalah kalimat  atau kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung aturan dasar dalam berperilaku.banyak isi dan makna yang terkandung  dalam pribahasa Jika peribahasa berupa ungkapan yang sangat baik, maka disebut dengan istilah aforism ada banayak kata peribahasa indonesia terpopuler,peribahasa orang yang tidak mempunyai pendirian,peribahasa orang yang tidak tetap pendiriannya,peribahasa terkenal di dunia,peribahasa semakin pandai seseorang ia akan semakin merendah,peribahasa yang sering muncul di un,arti peribahasa kunyah dulu baru ditelan,peribahasa yang sering muncul di un sd,peribahasa bila tidak mau berusaha, maka tidak akan mencapai tujuannya dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain itu,Pribahasa yang sering kita dengar banyak yang mengandung petuah dan juga motivasi untuk kita dan salah satu contoh pepatah yang sering kita dengar seperti berakit-rakit kehulu berenga ketepian sudah menjadi sangat populer tapi bagi anda yang ingin mengetahui informasi lengkap tentang kumpulan kata ucapan pribahasa indonesia lengkap terpupuler berikut ini kami menyampaikannya untuk anda.

http://semua-katacinta.blogspot.com/


Harimau mati meninggalkan belang = Orang baik jika sudah tiada selalu dikenang jasa-jasanya.

Jauh dimata, Dekat dihati = Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan.

Karena nilai setitik, Rusak susu sebelangga = Disebabkan kesalahan kecil maka mendapatkan kerugian yang sangat besar.

Lain di bibir lain di hati = Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak jujur.

Lempar batu sembunyi tangan = Seseorang yang melakukan sesuatu tetapi tidak mau bertanggung jawab.

Malu bertanya sesat dijalan = Orang yang malu bertanya akhirnya tersesat dan terpuruk karena keputusannya.

Maksud hati memeluk gunung, Apa daya tangan tak sampai = Cita-cita besar, tetapi tidak mampu untuk meraihnya.

Masuk di telinga, Keluar di telinga kiri = Tidak menuruti nasihat yang diberikan.

Membagi sama adil, Memotong sama panjang = Jika membagi ataupun memutuskan sesuatu harus adil dan tidak berat sebelah.

Menang jadi arang, Kalah jadi abu = Kalah ataupun menang sama-sama menderita.

Rajin pangkal pandai, Hemat pangkal kaya = Untuk mendapat kepandaian kita harus belajar, untuk mendapatkan kekayaan kita harus hemat.

Sambil menyelam minum air = Melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.

Sakit sama mengaduh, Luka sama mengeluh = Seiya sekata dalam sebuah keadaan.

Seberat-berat mata memandang, Berat juga bahu memikul = Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih menderita orang yang mengalaminya.

Seperti telur diujung tanduk = Berada pada posisi sulit dan serba salah.

Seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk = Seseorang yang semakin pintar, biasanya semakin rendah hati.

Sepandai-pandai tupai meloncat, Pasti akan jatuh juga = Sepandai-pandainya manusia pasti pernah melakukan kesalahan juga

Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga ; sifat orang itu biasanya menurun kepada anak-anaknya

Air jernih ikannya jinak ; negeri yang makmur rakyatnya juga tentram

Air yang tenang kadang berbahaya ; jangan dikira norang yang tenang/pendiam itu baik

Air tenang menghanyutkan ; orang yang tenang pun kadang membahayakan orang lain

Ada gula ada semut ; di tempat yang ada rejeki meski dikerumuni orang

Ada udang dibalik batu ; ada maksud yang tersembunyi

Air susu dibalas dengan air tuba ; kebaikan dibalas dengan kejelekan

Air beriak tanda tak dalam ; orang yang banyak bicara sering-sering tak berilmu

Barang siapa yang menggali lubang akan terperosok sendiri ; siapa yang membuat kesusahan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat kesusahan

Buruk muka cermin dibelah ; diri sendiri yang berbuat salah orang lain dikorbankan/disalahkan

Belum beranak sudah ditimang ; Berkhayal sesuatu yang belum dimilikkinya

Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian ; bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian

Belum bertaji sudah berkokok ; belum kuat sudah sumbar

Bersatukita teguh bercerai kita runtuh ; kekuatan ada jika kita bersatu, dan kita akan kalah jika kita bertengkar

Berdikit-dikit lama-lama menjadi bukit ; sesuatu yang sedikit jika kumpulkan akan menjadi banyak jumlahnya

Belum bertaji hendak bertarung ; belum mempunyai kekuatan sudah ingin bersaing

Bergantung di akar lupuk ; minta perlindungan kepada orang yang lemah

Berat sama dipikul ringan sama dijinjing ; susah dan senang sama-sama merasakan

Bermain api hangus, bermain air basah ; semua pekerjaan akan mengalami akibat/resiko

Cepat kaki ringan tangan ; suka membantu suka menolong

Daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah ; lebih baik mati daripada hidup menanggung malu

Daripada berputih tulang lebih baik berputih mata ; lebih baik mati dari pada menanggung rasa malu

Di luar bagai madu, di dalam bagai empedu ; perbuatannya kelihatan baik tapi hatinya sangat buruk

Dalamnya laut dapat diukur dalam hati siapa tahu ; kita tidak tahu apa yang sedang dipikirkan seseorang dalam hatinya

Datang tampak muka, peregi tampak punggung ; datang atau pergi di tempat tertentu, sebaiknya pamit

Gajah dipelupuk mata tak tampak punggung ; kesalahan sendiri tak kelihatan walau besar, kesalahan orang lain diketahui walaupun kecil

Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang juga ; jasa baik takkan terlupa walau sudah mati

Hati gajah sama dilapah, hati kuman sama dicacah ; penghasilan besar ataupun kecil sama-sama dirasakan

Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading ; orang baik-baik yang mati jasanya masih dikenang dan ditiru juga

Hidup segan mati tak mau ; tak ada gairah hidup, senantiasa merana dan sengsara

Indah kabar dari rupa ; berita baik tapi buktinya tak memadai


Ibarat ayam tiada mengais tiada makan ; kalau ingin makan bekerjalah dulu

Intan tetap intan walau dalam mulut anjing ; kebaikan seseorang akan tetap baik walau dalam keadaan yang kurang baik

Ibarat menggenggam bara, terasa panas dilepaskan ; melepaskan pekerjaan setelah dirasakan makin berat

Ilmu yang tidak diamalkan bagai pohon yang tidak berbuah ; ilmu yang tidak diajarkan/ditularkan kepada orang lain sebenarnya tiada berguna

Jauh panggang dari api ; jawaban yang jauh berbeda dari apa yang ditanyakan

Jika pandai menitih buah selamat badan diseberang ; cita-cita akan tetap tercapi jika pandai berusaha tak mudah berputus asa, serta sangat berhati-hati

Kalah membeli menang memakai ; membeli dengan harga mahal tetapi barangnya awet

Katak hendak jadi lembu ; ingin meniru orang lain yang lebih kaya dan pandai tetapi awaknya sendiri yang hancur binasa

Ke bukit sama didaki, ke lurah sama dituruni ; senang atau susah dilakukan bersama-sama

Ke mana kelok lilin ke sana arah angin bertiup ; ke mana arah langkahnya situ sebenarnya tujuannya

Ke mana kelok lilin ke sana kelok loyang ; orang yang meminjamkan uang dan ingin memungut laba dari pinjamannya, maksudnya tak mungkin dihalangi

Kalah jadi abu, menang jadi arang ; Dalam bertengkar siapa yang menang atau kalah sama-sama merugi

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah ; kasih sayang anak tak mampu menandingi kasih sayang ibu kepada anak

Kalau tak ada api masakan ada asap ; jika ada berita tentu ada peristiwa

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya ; setiap daerah mempunyai tata cara /aturan hidupnya sendiri

Lidah biawak ; orang yang bersikap tak tentu, memihak lawan dan kawan

Lempar batu sembunyi tangan ; tidak bertanggung jawab atas segala perbuatannya

Malu bertanya sesat di jalan ; siapa malu bertanya jika tidak tahu tentu akan merugi

Mati kasturi karena baunya ; orang yang akhirnya merugi hanya karena kelebihannya

Membasuh muka dengan air liur ; memperbanyak kesalahan pada diri sendiri

Maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai ; cita-cita ada, tapi apa daya belum terlaksana karena kemampuan yang terbatas

Meminta dedak kepada orang mengubik ; meminta pertolongan kepada orang yang lemah

Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri ; membuka rahasia keluarga, diri sendiri yang ikut rugi

Mulut bau madu tapi pantat bau sengat ; manis kata-katanya tapi jahat hatinya

Mengembangkan ketiak amis ; membuka keburukan keluarga sendiri kepada orang lain

Mencari jejak dalam air ; menegrjakan pekerjaan yang jelas tidak mungkin dapat selesai

Menebas buluh serumpun ; membinasakan kaum keluarganya sendiri

Menjilat air liur ; mencabut janjinya sendiri kepada orang lain

Mencabik baju di dada ; membuka keburukan keluarga sendiri pada orang lain

Memasang pelita di siang hari ; melakukan pekerjaan yang sia-sia

Menegakkan benang basah ; melakukan pekerjaan yang jelas sia-sia

Musan berbulu ayam ; menyembunyikan kepalsuan dibalik kepandaian

Nasi sudah menjadi bubur ; sesuatu yang sudah terlanjut tak mungkin diurungkan lagi

Orang kantuk disodori bantal ; Mendapatkan sesuatu yang memang diharapkan

Pagar makan tanaman ; Seseorang merusak sesuatu yang justru harus dijaga

Panas hari lupa kacang akan kulitnya ; Setelah bahagia lupa akan asalnya

Panas setahun dihapus hujan sehari ; Kebaikan yang lama dipupuk dirusakkan oleh keburukan yang hanya sekali/sekejap

Pikir itu pelita hati ; dengan pikiran seseorang akan memperoleh kebaikan yang diinginkan

Pucuk dicita ulam pun tiba ; mendapatkan sesuatu yang memang diharapkan

Raja adil raja yang disembah, raja lalim raja disanggah ; pimpinan yang adil dan bijaksana disenangi, pimpinan yang kejam dilawan

Sedia payung sebelum hujan ; bersiap-siap sebelum kesulitan menimpa diri

Setali tiga uang ; sama saja

Sepandai-pandai tupai melompat sesekalih jatuh juga ; sepandai-pandai seseorang, sekali waktu ada salahnya pula

Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui ; sekali bekerja berbagai masalah terselesaikan

Setinggi terbang bangau akhirnya kembali ke kubangan juga ; sejauh-jauh orang merantau akhirnya pulang ke kampung asalnya juga

Seperti ilmu padi makin tua makin merunduk ; seseorang yang makin berilmu hendaknya makin tak sombong

Seperti pinggan dekat dengan mangkuk, salah sedikit sudah terantuk ; dalam keluarga besar kesalahan dan perselisihan itu terjadi diantara mereka itu biasa

Sebab nila setitik rusak susu sebelanga ; kebaikan sebanyak itu rusak/cela karena keburukan yang hanya sedikit

Seperti orang buta kehilangan tongkat ; seseorang yang kebingungan karena kehilangan cara menolong diri sendiri

Sekali lancung keujian seumur hidup tak dipercaya ; sekali berbuat kesalahan selamanya tak akan dipercaya lagi

Seorang makan cepedak semua kena getahnya ; satu orang yang bersalah, yang lain dipersalahkan juga

Tangan merentang bahu memikul ; berani berbuat berani bertanggung jawab

Tambah air tambah sagu ; tambah pekerjaan tambah pula penghasilan

Tak ada gading yang tak retak ; tiada sesuatu di dunia ini yang tanpa cela

Takut titik lalu tumpah ; takut salah sedikit malah rugi besar

Tak lekang oleh panas tak lapuk oleh hujan ; tetap tegar walaupun dalam hidupnya banyak cobaan

Terapung sama hanyut, terendam sama basah ; sehidup semati meskipun banyak mendapat cobaan

Tangan singkat hendak mengulur ; orang yang tak berkemampuan hendak menolong

Titian bisa lapuk, janji bisa mungkir ; jangan terlalu percaya pada janji seseorang karena kerap kali janji itu tidak ditepati

Tertungging bagi kodok dalam lubang ; seseorang yang menderita berbagai kesukaran

Timbang berat sebelah ; perbuatan seseorang yang tidak adil

Turutkan rasa binasa, turutkan hati mati ; seseorang yang hancur menuruti hawa nafsunya

Umur setahun jagung, darah setampuk pinang ; orang yang masih muda belum banyak pengalaman

Untung melambung, malang menimpa ; tak putus dirundung malang

Nah ini yang dapat kami sampaikan bebrapa informasi kumpulan kata ucapan pribahasa indonesia populer dan juga modern ,semoga pa yang telah kami sampaikan diatas bermanfaat bagi kita semua.sekian dan terima kasih selamt mencoba.